Monday, October 6, 2008

nyaman


Manusia lahir, tumbuh besar, sekolah, bekerja, pensiun, mati. Apa saja yang dikerjakannya sejak lahir sampai mati? Ia selalu mencari kenyamanan. Saat lahir ia menangis, karena merasa tidak nyaman terhadap lingkungan barunya. Lebih enak di dalam kandungan ibunya karena lebih nyaman. Kemudian ia butuh minum dan makan, agar perutnya terasa nyaman. Saat tumbuh besar ia mulai sekolah. Kalau sekolahnya menyenangkan maka ia akan betah di sana. Tetapi kalau tidak menyenangkan maka tidak terasa nyaman lagi bersekolah.
Kalau saya teruskan pembahasan ini barangkali Anda akan merasa tidak nyaman, karena melulu hanya hal yang sama saja. Tetapi pernahkah terlintas di pikiran Anda, membaca artikel ini untuk apa? Berselancar di internet untuk apa? Bekerja/bersekolah untuk apa?
Seorang sahabat yang bijak pernah berkata: Mulailah berpikir pada ujungnya, bukan pangkalnya. Terus? Ya, kita memang terbiasa berpikir dengan alur yang sama, contohnya kalimat pertama di artikel ini (hmm…). Tapi itu tidak salah lho, tidak ada yang menyalahkan kalau kita berpikir dengan alur yang seragam. Sahabat yang bijak itu pun tidak menyalahkan, hanya memberi alternatif, karena alternatif itu seringkali membuat kita merasa nyaman. Misalnya musik alternatif, tempat santai alternatif, tempat makan alternatif, distro alternatif, warnet alternatif.... Tapi kalau yang alternatif terlalu banyak mungkin juga tidak membuat nyaman lagi, malah bikin pusing :-)
Kembali ke sahabat yang bijak tadi; berpikir mulai ujung ke pangkal, seperti apa sih? Misalnya begini, kita melakukan sesuatu pasti ada tujuannya. Nah, mulailah berpikir dari tujuan itu. Contohnya, bangun tidur kemudian melakukan apa? Apakah mandi, kemudian membaca koran atau menonton televisi, selanjutnya sarapan, pergi ke kantor, dan seterusnya. Cobalah kita balik: Kita mempunyai tujuan yang akan kita capai hari itu, misalkan janjian dengan klien. Nah, jam berapa kita janjian? Apakah yang harus kita siapkan untuk janjian itu, apakah kita harus membawa suatu barang/hasil pekerjaan? Setelah barang kita siapkan, apakah yang dapat kita lakukan untuk mendukung pertemuan itu? Tentunya kita harus persiapkan penampilan, bahan pembicaraan, dst. Dari kebutuhan itulah kita susun kegiatan sehabis bangun tidur. Apa yang harus dikerjakan lebih dulu dan seterusnya.
Sekali lagi ini hanyalah alternatif, bukan langkah-langkah yang biasa dikerjakan, tetapi mungkin jika Anda terbiasa melakukannya lama-lama akan menjadi hobi, seperti musik alternatif misalnya :-) Semua itu toh ujung-ujungnya juga mencari rasa nyaman bukan? Jadi kalau Anda masih merasa nyaman dengan cara lama, mengapa tidak?

Sunday, October 5, 2008

manuskrip celestine

Saya selalu teringat dengan sebuah buku yang pernah saya baca saat masih kuliah dulu: Celestine Prophecy. Saya lupa nama pengarangnya, tetapi kalau kita cari di search engine pasti ada :-) Saya juga sudah mulai lupa dengan isi keseluruhan buku, apalagi jika ditanya jumlah bab ada berapa. Yang jelas, ada sesuatu dari isi buku itu yang saya masih ingat terus dan selalu saya pikirkan.
Pemikiran bahwa manusia di dunia ini selalu mempunyai jalur hidup seumpama tali yang berseliweran dimana-mana. Kadang tali (baca: jalur hidup) itu bertemu dengan tali milik manusia yang lain. Di situlah terjadi yang namanya perjumpaan. Diyakini ada hal-hal yang menyebabkan terjadinya perjumpaan itu, seperti misalnya kedua orang yang talinya bertemu itu harus melakukan komunikasi mengenai sesuatu hal. Mungkin saja keduanya akhirnya kaget sendiri bahwa pertemuan yang tidak terduga itu seperti sudah direncanakan sebelumnya.
Kadang kita menjumpai hal-hal yang sulit dijelaskan, tetapi saat-saat tertentu kita bertemu dengan orang yang bahkan tanpa kita bersusah-payah untuk menjelaskan pun dia sudah mengerti seakan kita bisa memindahkan isi otak kita langsung kepadanya.
Kemudian tentang energi, ini juga cukup menarik. Bahwa semua yang ada di alam ini memiliki energi meskipun dengan kadar yang berbeda-beda. Mulai dari benda hidup, benda tak hidup, benda mati (di dalam ilmu Biologi kalau tidak salah ada perbedaan antara benda tak hidup dengan benda mati?) semua mempunyai energi masing-masing. Energi-energi itu memancar dengan kekuatan yang berbeda-beda pula dan saling mempengaruhi.
Kadang kita tanpa tahu sebabnya tiba-tiba merasa lelah. Bisa jadi ini karena energi kita sedang menyusut. Energi yang menyusut itu bisa jadi disebabkan oleh pengaruh energi lain yang menguasai. Cara untuk memulihkannya adalah dengan mengheningkan cipta (beribadah). Saat itu kita bisa masuk ke dalam diri kita sendiri dan membawanya menyatu dengan kekuatan energi Maha Besar. Kadangkala tidak cukup dengan beribadah saja, tetapi juga dengan didukung suasana/energi sekitar. Misalnya dengan masuk ke tempat ibadah dan melakukan ritual di dalamnya. Karena tempat-tempat tertentu memiliki energi yang lebih tinggi dari tempat lain (rumah ibadah lebih mendukung dari rumah tinggal).
Jika kita berpikir untuk keadaan seperti sekarang ini, internet juga merupakan jaringan-jaringan tali manusia yang bersliweran di alam maya. Di sini kita bisa lebih cepat melakukan kontak dengan manusia lain, yang berarti pertemuan akan lebih sering terjadi. Mestinya ada juga tempat-tempat yang menyediakan energi yang dapat kita ambil untuk mengisi kembali energi kita. Dengan begitu kita dapat lebih cepat meningkatkan kualitas hidup kita dan manusia lain. Semoga.

foto dari group di facebook