Manusia lahir, tumbuh besar, sekolah, bekerja, pensiun, mati. Apa saja yang dikerjakannya sejak lahir sampai mati? Ia selalu mencari kenyamanan. Saat lahir ia menangis, karena merasa tidak nyaman terhadap lingkungan barunya. Lebih enak di dalam kandungan ibunya karena lebih nyaman. Kemudian ia butuh minum dan makan, agar perutnya terasa nyaman. Saat tumbuh besar ia mulai sekolah. Kalau sekolahnya menyenangkan maka ia akan betah di sana. Tetapi kalau tidak menyenangkan maka tidak terasa nyaman lagi bersekolah.
Kalau saya teruskan pembahasan ini barangkali Anda akan merasa tidak nyaman, karena melulu hanya hal yang sama saja. Tetapi pernahkah terlintas di pikiran Anda, membaca artikel ini untuk apa? Berselancar di internet untuk apa? Bekerja/bersekolah untuk apa?
Seorang sahabat yang bijak pernah berkata: Mulailah berpikir pada ujungnya, bukan pangkalnya. Terus? Ya, kita memang terbiasa berpikir dengan alur yang sama, contohnya kalimat pertama di artikel ini (hmm…). Tapi itu tidak salah lho, tidak ada yang menyalahkan kalau kita berpikir dengan alur yang seragam. Sahabat yang bijak itu pun tidak menyalahkan, hanya memberi alternatif, karena alternatif itu seringkali membuat kita merasa nyaman. Misalnya musik alternatif, tempat santai alternatif, tempat makan alternatif, distro alternatif, warnet alternatif.... Tapi kalau yang alternatif terlalu banyak mungkin juga tidak membuat nyaman lagi, malah bikin pusing :-)
Kembali ke sahabat yang bijak tadi; berpikir mulai ujung ke pangkal, seperti apa sih? Misalnya begini, kita melakukan sesuatu pasti ada tujuannya. Nah, mulailah berpikir dari tujuan itu. Contohnya, bangun tidur kemudian melakukan apa? Apakah mandi, kemudian membaca koran atau menonton televisi, selanjutnya sarapan, pergi ke kantor, dan seterusnya. Cobalah kita balik: Kita mempunyai tujuan yang akan kita capai hari itu, misalkan janjian dengan klien. Nah, jam berapa kita janjian? Apakah yang harus kita siapkan untuk janjian itu, apakah kita harus membawa suatu barang/hasil pekerjaan? Setelah barang kita siapkan, apakah yang dapat kita lakukan untuk mendukung pertemuan itu? Tentunya kita harus persiapkan penampilan, bahan pembicaraan, dst. Dari kebutuhan itulah kita susun kegiatan sehabis bangun tidur. Apa yang harus dikerjakan lebih dulu dan seterusnya.
Sekali lagi ini hanyalah alternatif, bukan langkah-langkah yang biasa dikerjakan, tetapi mungkin jika Anda terbiasa melakukannya lama-lama akan menjadi hobi, seperti musik alternatif misalnya :-) Semua itu toh ujung-ujungnya juga mencari rasa nyaman bukan? Jadi kalau Anda masih merasa nyaman dengan cara lama, mengapa tidak?
Kalau saya teruskan pembahasan ini barangkali Anda akan merasa tidak nyaman, karena melulu hanya hal yang sama saja. Tetapi pernahkah terlintas di pikiran Anda, membaca artikel ini untuk apa? Berselancar di internet untuk apa? Bekerja/bersekolah untuk apa?
Seorang sahabat yang bijak pernah berkata: Mulailah berpikir pada ujungnya, bukan pangkalnya. Terus? Ya, kita memang terbiasa berpikir dengan alur yang sama, contohnya kalimat pertama di artikel ini (hmm…). Tapi itu tidak salah lho, tidak ada yang menyalahkan kalau kita berpikir dengan alur yang seragam. Sahabat yang bijak itu pun tidak menyalahkan, hanya memberi alternatif, karena alternatif itu seringkali membuat kita merasa nyaman. Misalnya musik alternatif, tempat santai alternatif, tempat makan alternatif, distro alternatif, warnet alternatif.... Tapi kalau yang alternatif terlalu banyak mungkin juga tidak membuat nyaman lagi, malah bikin pusing :-)
Kembali ke sahabat yang bijak tadi; berpikir mulai ujung ke pangkal, seperti apa sih? Misalnya begini, kita melakukan sesuatu pasti ada tujuannya. Nah, mulailah berpikir dari tujuan itu. Contohnya, bangun tidur kemudian melakukan apa? Apakah mandi, kemudian membaca koran atau menonton televisi, selanjutnya sarapan, pergi ke kantor, dan seterusnya. Cobalah kita balik: Kita mempunyai tujuan yang akan kita capai hari itu, misalkan janjian dengan klien. Nah, jam berapa kita janjian? Apakah yang harus kita siapkan untuk janjian itu, apakah kita harus membawa suatu barang/hasil pekerjaan? Setelah barang kita siapkan, apakah yang dapat kita lakukan untuk mendukung pertemuan itu? Tentunya kita harus persiapkan penampilan, bahan pembicaraan, dst. Dari kebutuhan itulah kita susun kegiatan sehabis bangun tidur. Apa yang harus dikerjakan lebih dulu dan seterusnya.
Sekali lagi ini hanyalah alternatif, bukan langkah-langkah yang biasa dikerjakan, tetapi mungkin jika Anda terbiasa melakukannya lama-lama akan menjadi hobi, seperti musik alternatif misalnya :-) Semua itu toh ujung-ujungnya juga mencari rasa nyaman bukan? Jadi kalau Anda masih merasa nyaman dengan cara lama, mengapa tidak?
