Wednesday, November 23, 2016

Cerita Tentang Tikus

Percaya gak, kalo tikus bisa memaksa kita untuk disiplin?
Percaya gak, kalo tikus bisa memaksa kita untuk belajar?
Percaya gak, kalo tikus bisa memaksa kita untuk olah raga?
Percaya gak, kalo tikus bisa memaksa kita untuk bersatu?

Pertanyaan-pertanyaan di atas aneh bukan?
Namun, setelah Anda membaca cerita berikut pasti Anda akan memahaminya. Yuk disimak...

Segala bagian rumah kami sebenarnya sudah diantisipasi untuk menolak kedatangan si tikus. Semua bagian bawah pintu dibuat serapat mungkin dengan lantai. Beberapa pintu yang celahnya diperkirakan bisa dilewati tikus sudah ditutup. Lubang-lubang saluran pipa, floor drain, sudah diamankan untuk selalu tertutup. Setiap sore, pintu belakang juga selalu ditutup rapat agar tikus tidak nyelonong masuk. Sedangkan untuk pintu depan, dibuka jika dan hanya jika ada aktivitas di ruang tamu atau di teras.

Namun, secermat-cermatnya manusia menangkal tetap ada keteledoran juga.
Yang pertama, saat saya membuang sampah di suatu sore, pintu belakang lupa ditutup. Alhasil keesokan harinya terlihatlah tikus pertama mondar-mandir di dapur (nyebeliiinn).

Kemudian kali kedua, istri saya membersihkan floor drain di kamar mandi belakang dan lupa menutupnya kembali. Keesokan harinya baru saya dapati dalam keadaan terbuka membahana... Dan sepertinya warga tikus di dapur telah bertambah.

Kali ketiga, suatu pagi saya mendapati floor drain di dekat mesin cuci di belakang terbuka dengan sempurna. Sampai rumah floor drainnya pun lepas. Astaga... Ini yang masih misterius sampai sekarang karena istri saya mengaku tidak tahu menahu. Saya curiga rombongan warga tikus telah membukakan pintu untuk saudara-saudaranya...

Alhasil berseliweranlah si tikus-tikus tadi dengan cerianya, seakan merekalah penguasa dunia dapur. Beberapa kali dipasang perangkap dan dengan sukses telah berhasil menangkap beberapa tikus besar dan kecil. Sampai yang terakhir tadi malam tercapailah cita-cita kami membebaskan dapur dari penjajahan tikus.

Tadi pagi saya lihat tiga perangkap yang saya letakkan berderet telah berhasil menangkap sang Mama Tikus. Sebenarnya saya tidak yakin jenis kelaminnya jantan ataukah betina. Tapi intuisi saya mengatakan itu tikus betina, dan paling pintar dari semua anggota kerajaan tikus. Karena tikus terakhir ini yang paling sulit ditangkap.

Apakah cerita ini berakhir dengan ditangkapnya ratu tikus? Oww tidaaak. Ternyata kepergian tikus ini masih menyisakan kepedihan yang mendalam. Tapi karena waktu istirahat telah habis, saya sudahi dulu ceritanya di sini. Semoga nanti malam bisa saya sambung lagi dengan kisah perjuangan kami sekeluarga dalam melawan penjajahan tikus. Dan saya janjikan, pada kisah kelanjutannya nanti akan saya beberkan tentang pertanyaan-pertanyaan yang mengawali cerita ini.
Ok, selamat beraktivitas!

No comments: