Saturday, August 27, 2016

Kala Senja Masih Ada Harapan


Sore itu, sepulang dari kantor, saya mampir ke toko buku untuk membelikan buku pesanan anakku. Akhir-akhir ini dia senang membaca, syukurlah akhirnya ada kegiatan positif yang mengalihkannya dari bermain gadget.

Saat parkir kendaraan, kulihat ada seorang nenek yang menggendong belanjaan di punggungnya. Kelihatannya ia sedang menunggu bus kota untuk pulang ke rumah. Tapi kenapa ia menunggu di luar halte ya, pikirku bertanya-tanya.

Saya pun masuk ke toko buku. Lalu mencarikan buku pesanan anak saya. Keluar dari toko buku, menuju ke tempat parkir kendaraan, saya menoleh ke arah halte. Nenek tadi masih berdiri di samping halte, matanya terlihat menerawang jauh.
Saya pun berjalan mendekatinya.

"Permisi. Nenek mau ke mana?" Sapaku sambil tersenyum.
"Mau pulang, Nak," jawabnya sambil tersenyum letih.
"Nenek mau menunggu bus? Kalau menunggu bus di dalam halte, Nek."
"Iya, Nak. Nenek mau masuk tetapi tidak punya uang untuk naik bus karena dagangan Nenek hari ini tidak laku satu pun."
"Kalau begitu, ini, Nek. Ada sedikit uang untuk ongkos bus." Kataku sambil mengeluarkan uang sisa pembelian buku tadi.
"Terima kasih Nak. Tapi saya tidak mau jadi peminta-minta...." Hening sejenak, "Barangkali Anak mau beli dagangan Nenek?" Katanya sambil menurunkan gendongan dari punggungnya.

Dengan cekatan dibukanya wadah yang di dalamnya berisi aneka kue makanan yang beraneka ragam. Akhirnya kubeli semua makanan yang dibawanya. Hitung-hitung membantu Nenek itu, dan nanti malam bisa kubawa ke pos ronda untuk makanan teman-teman ronda.

"Ini tahan sampai besok pagi kok Nak." Kata Nenek itu sambil matanya berkaca-kaca tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. "Terima kasih banyak ya, Nak."

Aku pun ikut terharu menyaksikan kegigihan semangat sang Nenek. Ia tetap mempunyai harapan, meski sudah berada di ujung batas sekalipun. Keyakinannya adalah, selalu ada rezeki bagi setiap makhluk yang mau berusaha.


Yogyakarta, di penghujung Agustus 2016
Kisah nyata dengan bumbu sekedarnya
@zaidhassaid

No comments: