Monday, August 8, 2016

Mari Menulis

Setiap orang perlu menulis. Seorang guru perlu menulis untuk membagikan ide-ide pendidikan. Seorang Dokter perlu menulis untuk berbagi ilmu kesehatan. Seorang Arsitek perlu menulis untuk berbagi ilmu perancangan bangunan. Seorang Pakar Pendidikan Anak perlu menulis untuk menyebarkan ilmu Parenting. Seorang pengusaha perlu menulis untuk menyebarkan informasi usahanya. Seorang seniman perlu menulis untuk mengajarkan akan keindahan dan teknik membuat karya seni.

Namun tidak setiap orang bisa menulis dengan lancar. Ada saja hambatan dalam menulis. Biasanya orang merasa kesulitan memulai sebuah tulisan.

Masih ada pula yang ragu, mau menulis di mana.
Padahal, media menulis sekarang sudah bermacam-macam. Ada blog, sosial media, buku, majalah, koran. bahkan sekarang juga sudah banyak website yang mengkhususkan diri menampung tulisan para user. Jika Anda termasuk golongan saya, yang sempat mengalami akses internet belum semurah sekarang, Anda pasti akan bersyukur betapa banyaknya pilihan media untuk menulis sekarang ini.

Setiap kegiatan sebenarnya ada ilmunya, begitu pula menulis. Jika Anda benar ingin menulis, banyak cara yang dapat Anda pelajari dari internet. Tinggal anda ketik di Google: cara menulis, atau cara menulis artikel yang baik, dan sebagainya. Dari artikel-artikel yang tampil pasti ada beberapa ilmu yang berguna untuk dipakai dalam tulisan Anda.

Jangan ragu menulis. Jika Anda masih dihantui perasaan ragu, tidak perlu sibuk untuk menghilangkannya. Gunakan waktu Anda untuk langsung mengetik dan menuliskan ide-ide Anda. Kalau masih bingung tidak punya laptop untuk menulis, tulislah di smartphone, di buku tulis, di kertas, tulislah di media apa saja yang ada di dekat Anda.

Jika Anda bingung apa yang akan ditulis, tuliskan apa saja yang ada di pikiran Anda sekarang ini. Jika yang dipikirkan banyak, cobalah untuk fokus pada satu hal atau satu ide tertentu. Lalu segera tuliskan.

Jika Anda tidak pede dengan gaya bahasa Anda, jangan terus dipikirkan, tuliskan saja ide yang sekarang ada di otak dengan kata-kata yang terlintas. Nanti ada saatnya untuk mengedit tulisan Anda.

Jangan habiskan waktu terlalu lama untuk mengatur jenis tulisan dan tampilan dari tulisan Anda. Saya sendiri lebih suka menulis menggunakan program yang ringan dan tidak banyak pengaturan tampilan, seperti Notepad (di laptop/PC) dan ColorNote (di smartphone).

Ingat satu hal: yang penting tulisan Anda jadi, secepatnya!
Kenapa harus cepat? Agar ide Anda dapat tertuang jadi tulisan. Bayangkan, jika di tengah-tengah proses menulis yang menghabiskan banyak waktu, tiba-tiba ide Anda terputus hilang. Atau saat asyik menulis, tiba-tiba harus mengurus pekerjaan lain yang tidak bisa ditunda. Bisa jadi ide Anda akan putus.

Jika Anda sedang menulis tulisan yang sangat panjang seperti buku misalnya, bagilah ke dalam ide-ide pokok yang mewakili. lalu kembangkan masing-masing ide tersebut menjadi tulisan satu per satu.

Jika Anda malas mengurusi pembagian itu seperti saya, ya kembalilah ke dasar utama menulis: tulislah saja kata yang terlintas, nanti ada saatnya membagi-bagi tulisan Anda menjadi poin-poin paragraf yang berbeda. Lupakan teori-teori menulis, lepaskan pikiran Anda. Bayangkan Anda seperti pelukis abstrak, tuangkan saja pikiran Anda.

Nah, setelah tulisan Anda sudah cukup panjang, cobalah untuk membaca ulang tulisan tersebut. Sekaranglah saat untuk mengedit, mencermati, memoles tampilan dari tulisan Anda.

Lalu bagikan tulisan Anda kepada orang lain untuk dinilai, dikritisi, untuk Anda edit lagi. Lewati hal ini jika Anda merasa sudah yakin dengan tulisan Anda.

Dan sebarkanlah pada dunia! Tapi ingatlah, untuk selalu menyebarkan tulisan yang Anda yakin akan KEBENARANnya. Jangan menyebarkan hoax.


No comments: